Pengalaman Perdana Makan Nasi Pecel Ngawi, Ternyata Begini Rasanya

Posting Komentar
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sebenarnya saya bingung mau nulis apa, karena malam ini saya benar-benar ngebleng.

Namun,karena blog ini lama tidak di isi dengan artikel, sepertinya saya isi aja kali ya dengan sebuah cerita.

Cerita ini bukan cerita fiktif tentang bidadari turun dari langit atau kisah bidadari yang kehilangan seledangnya karena di curi seperti kisahnya dalam serial film Jaka Tarub.

Sebenarnya cerita ini gak menarik, tapi karena alasan krusial yakni ketimbang blog ini lama  tidak diisi dengan artikel maka membuat saya terpaksa buat cerita. Hahahaha.....

Ceritanya tentang nikmatnya Kuliner Nasi Pecel Ngawi yang saya santap beberapa malam yang lalu di daerah periuk jaya kota tangerang tepatnya persis di depan atau area fitness arya gym yang terletak tidak jauh dari prapatan KM periuk atau Persis Depan Pabrik GIK (Gaya Indah Kharisma).

Sebenarnya malam itu saya baru makan malam beberapa jam, yaaa sekitar 3 jam yang lalu, jadi perut saya memang masih dalam kondisi kenyang.

Selesai makan malam, sekitar jam 20.00 WIB saya pergi ke salah satu percetakan spanduk di cimone untuk mengambil pesanan spanduk fitness dan spanduk nasi pecel dari mas budi pemilik tempat fitness arya gym sekaligus owner dari usaha warung makan Nasi Pecel Ngawi.

Kurang dari setengah jam saya dan kawan saya pun sampai di percetakan yang dituju dan langsung menuju kasir untuk mengambil pesanan spanduk saya, tidak menunggu waktu lama spanduk pesanan sayapun sudah disiapkan yang ternyata memang sudah selesain sedari sore.

Setelah mendapatkan spanduk tersebut, saya dan kawan saya yang bernama dharma langsung menuju tempat mas budi karena spanduk tersebut harus dipasang malam itu juga di tempat fitness dan warung makan nasi pecel miliknya.

Karena jarak yang tidak terlalu jauh, sekitar kurang dari setengah jam saya berdua sudah sampai ditempat fitnes dan kedai nasi pecelnya mas Budi.

TANTANGAN PERDANA MAKAN NASI PECEL NGAWI.

Setelah ngobrol sebentar, tanpa sepengetahuan kami, rupanya istri mas budi sudah menyiapkan dua porsi nasi pecel untuk kami.

Dalam posisi perut yang masih rada kenyang sebenarnya kami enggan untuk makan. Tapi karena ini merupakan jamuan yang kami anggap spesial dan merupakan pengalaman perdana ditambah sedikit desakan halus dari sang pemilik warung, akhirnya kami pun menyantapnya, anggap saja ini tantangan kecil bagi kami berdua yang selama ini memang belum pernah mencipi kuliner khas ngawi.

Menu nasi pecelnya sebenarnya tidak spesial banget sih, hanya nasi putih dicampur pecel (kalo saya sih nyebutnya gado-gado) karena isinya hanya berupa sayuran kangkung dan kol yang sudah direbus matang dengan guyuran sambal kacang yang khas yang ditemani dengan satu porsi telur dadar dan peyek kacang membuat tampilannya sedikit aneh menurut saya, karena lidah saya lidahnya orang sunda bukan lidahnya orang jawa, hehehe...

Satu botol air putih dingin bermerk ternama membuat tantangan perdana sekaligus makan episode kedua itu sedikit nikmat. Sambil ngobrol ngaler-ngidul dan entah berapa menit, tanpa tersadar, sepiring nasi pecel khas ngawi pun ludes tanpa sisa.

Tidak bermaksud promosi, nasi pecel buatan istri mas budi ternyata memang mantap dan nikmat. Hahaha... terima kasih ya mas budi.

Ini pengalaman perdana saya makan nasi pecel ngawi yang ternyata lumayan cocok di lidah sunda saya yang sangat khas dan terkadang menolak beberapa menu dari daerah lain,, hehehe (sombong dikit)!!!

Oia guys,,, buat kamu yang kebetulan sedang melintas di daerah periuk dan tiba-tiba dilanda perut keroncongan, gak ada salahnya mampir ke warung makan nasi pecelnya mas budi ya...alamatnya sudah saya sebutkan tadi di atas.

RITUAL PASANG SPANDUK NASI PECEL NGAWI.

orang-memasang-spanduk-warung-makan-nasi-pecel


Tujuan utama malam itu sebenarnya bukan makan nasi pecel tapi memasang spanduk nasi pecelnya.

Setelah ritual makan nasi pecelnya selesai, saya, kawan saya dan mas budi langsung tancap gas memasang spanduknya persis didepan bagian atas warung makan nasi pecelnya.


Tugas utama selesai, karena waktu sudah semakin larut malam, kami berdua pamit pulang.

Itulah cerita tak bermakna soal pengalaman perdana saya menikmati kuliner nasi pecel ngawi.

Semoga saja tidak menjadi bahan tertawaan tapi menjadi referensi kuliner buat kalian yang memang belum pernah mencicipi nikmatnya nasi pecel ala ngawi.

Semoga menginspirasi dan menghibur.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter